Pelajaran Eloktronika Dasar

 

teknoinfokamu.com

Elektronika Dasar

Pada artikel ini, Tekno Info Kamu akan membahas elektronika dasar. Ngomong-ngomong, saat saya pertama kali masuk SMK, jurusan yang saya pelajari adalah elektronika. Untuk itu, melalui artikel kali ini, saya akan membagikan apa yang telah saya pelajari di sekolah menengah kejuruan khususnya di bidang elektronika dasar.

Saat pertama kali mempelajari produk elektronik, Anda perlu mempersiapkan banyak hal baik secara teori maupun peralatan elektronika yang sebenarnya. Sebelum Anda mulai mempelajari produk elektronik, Anda harus memahami beberapa pengetahuan dasar, seperti tegangan, arus, komponen, PCB, dll.

 

Tentunya untuk menunjang proses pembelajaran juga perlu mempersiapkan alat-alat praktis seperti solder, timah solder, multimeter, obeng, tang, atraktor dan masih banyak lagi perlengkapan pendukung pembelajaran produk elektronika.

 

Berikut ini adalah uraian singkat dari konten di atas yang mendukung pembelajaran dasar.

 

Tegangan listrik

Tegangan listrik adalah perbedaan potensial antara dua titik, yang dinyatakan dalam volt. Kita akan menemui dua jenis tegangan yaitu tegangan DC dan tegangan AC.

Tegangan DC adalah tegangan dengan arus searah, biasanya ditandai dengan tanda positif (+) dan negatif (-). Dalam penerapannya, pemasangan tegangan DC tidak boleh dibalik. Sumber tegangan DC yang umum adalah baterai, baterai, adaptor DC / catu daya, dan sel surya.

Tegangan AC merupakan tegangan dengan arus bolak-balik yang artinya tidak ada tegangan positif atau negatif. Ada dua tegangan AC yang umum digunakan, yaitu satu fasa dan tiga fasa. Namun pada produk elektronik, sebagian besar menggunakan sumber tegangan satu fasa yaitu listrik rumah tangga.

Dalam aplikasinya selain tiga fasa, pemasangan tegangan AC bisa dibalik, kecuali tiga fasa jika dibalik akan menimbulkan beban, misalnya motor berputar terbalik. Sumber tegangan AC yang umum di sekitar kita antara lain listrik rumah tangga (dari PLN), dinamo (untuk sepeda atau genset), dan kumparan / alternator (untuk sepeda motor atau mobil).

 

Arus Listrik

Arus listrk adalah arus yang dihasilkan oleh adanya tegangan dan beban. Dalam fisika, arus listrik adalah besaran vektor, arus listrik adalah besaran arah. Menurut arah alirannya, arus listrik dibedakan menjadi dua bagian yaitu arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC).

Karena pembangkitan arus listrik disebabkan oleh adanya tegangan dan beban, maka perhitungan arus listrik juga bergantung pada tegangan dan beban. Perhitungan ini mengacu pada hukum Ohm, dimana tegangan sama dengan arus dikali tahanan beban, dengan kata lain besarnya arus sama dengan tegangan dibagi tahanan beban.

teknoinfokamu.com

Komponen elektronik

Merupakan benda yang merepresentasikan karakteristik material tertentu, yang memiliki karakteristik atau sifat tertentu untuk tegangan dan arus. Beberapa komponen elektronika dasar sering dijumpai dalam prakteknya, seperti resistor, kapasitor, induktor, dioda, LED, transistor dan IC.

Berikut adalah uraian singkat dari komponen elektronika dasar di atas:

  1. Resistor adalah komponen yang menahan arus dan dibuat menurut hukum Ohm.
  2. Kapasitor adalah komponen yang menyimpan tegangan dalam bentuk muatan listrik.
  3. Induktor adalah komponen yang menghasilkan induksi elektromagnetik ketika tegangan diberikan.
  4. Dioda adalah komponen yang terdiri dari dua bahan semikonduktor (P dan N), yang hanya mentransmisikan dalam kondisi tertentu dan arah tertentu. Ada banyak jenis dioda, tetapi juga sering digunakan, seperti dioda biasa, dioda zener, LED, dioda fotodioda, dioda schottky dan dioda varactor.
  5. LED adalah salah satu jenis dioda yang dapat memancarkan cahaya ketika diberikan tegangan tertentu.
  6. Transistor adalah komponen semikonduktor yang terdiri dari tiga bahan semikonduktor (yang dapat berupa kombinasi P-N-P atau N-P-N). Oleh karena itu terdapat dua jenis transistor yaitu transistor NPN dan PNP. Ketiga cabang transistor tersebut ditandai dengan nama basis, kolektor dan emitor. Kinerja transistor bergantung pada arus yang mengalir antara kolektor dan emitor, begitu pula sebaliknya, dan arus bergantung pada pengaturan tegangan di dasar transistor.
  7. IC (disebut ai-si menurut aksen bahasa Inggris) adalah singkatan dari integrated circuit. IC adalah komponen elektronik, terdiri dari beberapa komponen semikonduktor yang terintegrasi dalam sebuah chip. Menurut fungsinya dan lembar datanya, banyak jenis IC yang digunakan.

(PCB) Prited Circuit Board

PCB Adalah singkatan dari Prited Circuit Board, atau bahasa Indonesia untuk papan sirkuit tercetak. Secara fisik bentuk PCB adalah papan sirkuit dengan kabel, dan susunan kabel dapat membentuk sirkuit dengan fungsi dan tujuan tertentu. Kawat PCB yang sering kita jumpai di pasaran adalah tembaga, namun ternyata bukan hanya tembaga saja, seperti perak atau emas.

Bahan yang digunakan untuk memasang konduktor (misalnya tembaga) ke PCB biasanya adalah timah atau serat. Padahal, bahan yang paling umum digunakan sehari-hari (misalnya di TV atau dalam rangkaian latihan) adalah pertinak. Namun, untuk aplikasi arus tinggi, seperti mesin industri atau jalur produksi yang relatif kecil, seperti HP atau TV LCD, bahan serat atau fiber biasanya digunakan.

Untuk membuat PCB, kami menggunakan teknologi pola jalur cetak sesuai dengan rangkaiannya, lalu melarutkan bagian yang tidak terpengaruh oleh pola tersebut di bahan kimia untuk menghilangkannya dan membentuk jalur konduktor sesuai dengan polanya. Bahan kimia yang sering digunakan adalah besi klorida (sering disingkat besi klorit), H2O2 dan HCL.

Pemasangan komonen pada PCB mengikuti bentuk dan karakteristik komponen. Untuk pemasangan komponen dengan struktur lubang tembus, PCB harus dibor minimal sesuai dengan bentuk dan ukuran kaki komponen. Untuk pemasangan komponen dengan struktur kaki lengket (SMD atau BGA), tidak perlu mengebor lubang pada PCB, tetapi hanya disediakan solder PAD.

 



Alat latihan

Ini adalah alat dasar yang diperlukan untuk praktik elektronik, seperti penyolderan, memasang komponen, mengukur tegangan / arus, memeriksa komponen, dll.

Banyak perangkat yang mendukung dunia elektronik, namun beberapa di antaranya yang biasa digunakan sebagai berikut:

  1. Solder, digunakan untuk menyolder komponen atau kabel. solder bekerja dengan memanaskan timah solder sehingga dapat menghubungkan dua bagian (misalnya, bagian dan PCB), bagian dengan kabel atau bahkan bagian dengan bagian.
  2. Timah digunakan sebagai konektor selama proses penyolderan.
  3. Tang digunakan sebagai penahan komponen, pemotong kabel atau kaki komponen, dll.
  4. Obeng, digunakan untuk memasang sekrup selama perakitan.
  5. Atraktor, digunakan untuk menyedot timah saat membongkar komponen.
  6. Multimeter dapat digunakan sebagai pengukur tegangan, arus dan tahanan, serta dapat juga digunakan untuk mengecek kondisi komponen baik atau rusak.

Mungkin cukup sekian artikel dari teknoinfokamu semoga bermanfaat tidak banyak yang saya harapkan semoga teknologi di Negara kita dapat bersaing dengan Negara maju lainya

Semoga dapat bermanfaat bagi mereka yang akan mempelajari elektronika dasar, terutama semua pembaca artikel ini.

Posting Komentar

4 Komentar